bahan ajar buku teks
A.
Pengertian
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), buku adalah lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau
kosong; kitab (KBBI1994: 152) dan teks adalah bahan tertulis untuk dasar
memberikan pelajaran,berpidato, dsb (KBBI 1994: 1024).
Beberapa ahli mengemukakan pengertian buku teks sebagai
berikut :
1.
Buku
teks adalah rekaman pikiran rasial yang disusun buat maksud dan tujuan – tujuan
instruksional ( Hall-Quest,1915)
2.
Buku
teks adalah buku standar /buku setiap cabang khusus studi. ( Lange,1940)
3.
Buku
teks adalah buku standar / buku yang dirancang buat penggunaan di kelas ,
dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang
itu dan diperlengkapi dengan sarana – sarana pengajaran yang sesuai dan
serasi.( Bacon,1935 )
4.
Buku
teks adalah sarana belajar yang biasa digunakan di sekolah – sekolah dan
perguruan tinggi untuk menunjang suatu program pengajaran .(
Buckingham,1958:1523)
5.
A.J.
Loveridge (terjemahan Hasan Amin) berependapat bahwa
”Buku teks adalah buku sekolah yang memuat bahan yang telah diseleksi mengenai bidang studi tertentu, dalam bentuk tertulis yang memenuhi syarat tertentu dalam kegiatan belajar mengajar, disusun secara sistematis untuk diasimilasikan.”
”Buku teks adalah buku sekolah yang memuat bahan yang telah diseleksi mengenai bidang studi tertentu, dalam bentuk tertulis yang memenuhi syarat tertentu dalam kegiatan belajar mengajar, disusun secara sistematis untuk diasimilasikan.”
6.
Chambliss
dan Calfee (1998) menjelaskan bahwa buku teks adalah alat bantu siswa untuk
memahami dan belajar dari hal-hal yang dibaca dan untuk memahami dunia (di luar
dirinya). Buku teks memiliki kekuatan yang luar biasa besar terhadap perubahan
otak siswa. Buku teks dapat mempengaruhi pengetahuan anak dan nilai-nilai
tertentu.
7.
Direktorat
Pendidikan Menengah Umum (2004: 3) menyebutkan bahwa buku teks atau buku
pelajaran adalah sekumpulan tulisan yang dibuat secara sistematis berisi
tentang suatu materi pelajaran tertentu, yang disiapkan oleh pengarangnya dengan
menggunakan acuan kurikulum yang berlaku. Substansi yang ada dalam buku
diturunkan dari kompetensi yang harus dikuasai oleh pembacanya (dalam hal ini
siswa).
8.
Pusat
Perbukuan (2006: 1) menyimpulkan bahwa buku teks adalah buku yang dijadikan
pegangan siswa pada jenjang tertentu sebagai media pembelajaran
(instruksional), berkaitan dengan bidang studi tertentu. Buku teks merupakan
buku standar yang disusun oleh pakar dalam bidangnya, biasa dilengkapi sarana
pembelajaran (seperti pita rekaman), dan digunakan sebagai penunjang program
pembelajaran.
9.
Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 11 Tahun 2005 menjelaskan bahwa buku teks
(buku pelajaran) adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat
materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi
pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,
kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik dan kesehatan yang disusun
berdasarkan standar nasional pendidikan.
B.
Ciri-ciri
Buku Teks
- Mengasumsikan minat dari pembaca
- Ditulis untuk pembaca (guru, dosen)
- Dirancang untuk dipasarkan secara luas
- Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional
- Disusun secara linear
- Stuktur berdasar logika bidang ilmu
- Belum tentu memberikan latihan
- Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa
- Belum tentu memberikan rangkuman
- Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif
- Sangat padat
- Tidak memilki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.
C.
Fungsi
Buku Teks
Buku teks memberikan pengaruh besar
terhadap kesatuan nasional melalui pendirian dan pembentukan kebudayaan umum.
Buku teks merupakan sarana penting dan ampuh bagi penyediaan dan
pemenuhan pengalaman tak langsung dalam jumlah yang besar dan terorganisasi
rapi. Keuntungan mempelajari buku teks antara lain :
1.
Kesempatan
mempelajarinya sesuai dengan kesempatan masing – masing.
2.
Kesempatan
untuk mengulang atau meninjau kembali buku cukup terbuka dan bebas.
3.
Buku
teks memberi kesempatan kepada pemiliknya untuk menyegarkan ingatan.
4.
Kemudahan
untuk membuat catatan – catatan kecil.
5.
Sarana
– sarana khusus yang ada dalam buku teks dapat menunjang upaya belajar dari
sebuah buku.
Green dan Petty merumuskan beberapa
fungsi buku teks sebagai berikut :
1.
Mencerminkan
suatu sudut pandang yang tangguh dan modern mengenai pengajaran serta
mendemonstrasikan aplikasinya dalam bahan pengajaran yang disajikan.
2.
Menyajikan
suatu sumber poko masalah yang kaya , mudah dibaca dan bervariasi sesuai minat
dan kebutuhan siswa.
3.
Menyediakan
suatu sumber yang tersusun rapid an bertahap mengenai keterampilan –
keterampilan ekspresional yang mengemban masalah pokok dalam komunikasi.
4.
Menyajikan
metode – metode dan sarana – sarana pengajaran untuk memotivasi siswa.
5.
Menyajikan
bahan / sarana evaluasi dan remedial yang serasi dan tepat guna.
Sementara itu, Hubert dan Harl
menyoroti nilai lebih buku teks bagi guru sebagai berikut:
·
Buku
teks memuat persediaan materi bahan ajar yang memudahkan guru merencanakan
jangkauan bahan ajar yang akan disajikannya pada satuan jadwal pengajaran
(mingguan, bulanan, caturwulanan, semesteran).
·
Buku
teks memuat masalah-masalah terpenting dari satu bidang studi.
Buku teks banyak memuat alat bantu pengajaran, misalnya gambar, skema, diagram, dan peta.
Buku teks banyak memuat alat bantu pengajaran, misalnya gambar, skema, diagram, dan peta.
·
Buku
teks merupakan rekaman yang permanen yang memudahkan untuk mengadakan review di
kemudian hari.
·
Buku
teks memuat bahan ajar yang seragam, yang dibutuhkan untuk kesamaan evaluasi,
dan juga kelancaran diskusi.
·
Buku
teks memungkinkan siswa belajar di rumah.
·
Buku
teks memuat bahan ajar yang relatif telah tertata menurut sistem dan logika
tertentu.
·
Buku
teks membebaskan guru dari kesibukan mencari bahan ajar sendiri sehingga
sebagian waktunya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain.
D.
Kualitas
Buku Teks
Secara teknis Geene dan Pety (dalam
Tarigan, 1986: 21) menyodorkan sepuluh kategori yang harus dipenuhi buku teks
yang berkualitas. Sepuluh kategori tersebut sebagai berikut.
1.
Buku
teks haruslah menarik minat siswa yang mempergunakannya.
2.
Buku
teks haruslah mampu memberikan motivasi kepada para siswa yang memakainya.
3.
Buku
teks haruslah memuat ilustrasi yang menarik siswa yang memanfaatkannya.
4.
Buku
teks seyogyanya mempertimbangkan aspek-aspek linguistik sehingga sesuai dengan
kemampuan para siswa yang memakainya.
5.
Isi
buku teks haruslah berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya, lebih
baik lagi kalau dapat menunjangnya dengan terencana sehingga semuanya merupakan
suatu kebulatan yang utuh dan terpadu.
6. Buku teks haruslah dapat menstimuli,
merangsang aktivitas-aktivitas pribadi para siswa yang mempergunaknnya.
7.
Buku
teks haruslah dengan sadar dan tegas menghindar dari konsep-konsep yang
samar-samar dan tidak biasa, agar tidak embuat bingung siswa yang memakainya.
8.
Buku
teks haruslah mempunyai sudut pandang atau ”point of view” yang jelas dan tegas
sehingga ada akhirnya juga menjadi sudut pandang para pemakainya yang setia.
9.
Buku
teks haruslah mampu memberi pemantapan, penekanan pada nilai-nilai anak dan
orang dewasa.
10.
Buku
teks haruslah dapat menghargai perbedaan-perbedaan pribadi para pemakainya.
Dari beberapa kriteria di atas dapat
disimpulkan pedoman penilaian buku teks sebagai berikut :
1.
Sudut
pandang ( Point of view )
Buku teks harus mempunyai landasan ,
prinsip , dan sudut pandang tertentu yang menjiwai atau melandasi buku teks
secara keseluruhan. Sudut pandang dapat berupa teori dari ilmu jiwa, bahasa,
dsb.
2.
Kejelasan
konsep
Konsep – konsep yang digunakan dalam suatu buku teks harus
jelas , tandas.
3.
Relevan
dengan kurikulum
Buku teks harus relevan dengan kurikulum yang berlaku.
4.
Menarik
minat
Penulis buku teks harus
mempertimbangkan minat siswa pemakai buku tersebut. Semakin sesuai buku teks
dengan minat siswa , semakin tinggi daya penarik buku tersebut.
5.
Menumbuhkan
motivasi
Buku teks yang baik dapat
menumbuhkan motivasi siswa yaitu dapat membuat siswa menjadi ingin , mau ,
senang mengerjakan apa yang diinstruksikan dalam buku tersebut.
6.
Menstimulasi
aktivitas siswa
Buku teks yang baik dapat merangsang
, menantang , dan menggiatkan aktivitas siswa.
7.
Ilustratif
Buku teks harus disertai ilustrasi yang mengena dan menarik.
8. Bahasa buku teks harus dimengerti
olehh para pemakainya.
Bahasa buku teks harus :
- Sesuai dengan bahasa siswa ,
- Kalimat – kalimatnya efektif,
- Terhindar dari makna ganda,
- Sederhana,
- Sopan ,
- Menariik.
9. Menunjang mata pelajaran lain
Materi buku teks harus bisa
menunjang pelajaran lain. Penyajian materi Bahasa Indonesia hendaknya disajikan
secara tematis.
10. Menghargai perbedaan individu
Buku teks
yang baik tidak membesar – besarkan perbedaan individu tertentu.
11. Memantapkan nilai – nilai
Buku teks
yang baik berusaha memantapkan nilai – nilai yang berlaku di masyarakat.
E.
Keterbatas
Buku Teks
Greene dan Petty telah
mengidentifikasi keterbatasan buku teks . Keterbatasan tersebut antara lain :
1.
Buku
teks itu sendiri tidaklah mengajar , tetapi merupakan suatu sarana pengajaran.
2. Isi yang disajikan sebagai perangkat
– perangkat kegiatan belajar dipadu secara artificial atau secara buatan saja
bagi kelas – kelas tertentu.
3. Latihan – latihan dan tugas praktis
agaknya kurang adekuat atau kurang memadai karena keterbatasan – keterbatasan
dalam ukuran buku teks dan dikarenakan begitu banyaknya praktik dan latihan.
4. Sarana pengajaran juga sedikit dan
singkat karena keterbatasan ruang , tempat, atau wadah yang tersedia di
dalamnya.
5. Pertolongan – pertolongan yang
berkaitan dengan evaluasi hanyalah bersifat sugestif dan tidak mengevaluasi
secara keseluruhan yang diinginkan.
F.
Jenis
– Jenis Buku Teks
Buku teks memiliki aneka jenis atau
ragam. Menurut pengamatan penulis ada empat dasar atau patokan yang
digunakan dalam pengklasifikasian buku teks. Patokan – patokan itu adalah :
1.
Berdasarkan
mata pelajaran atau bidang studi ( terdapat di SD,SMP, SMA)
2.
Berdasarkan
mata kuliah bidang yang bersangkutan
3.
Berdasarkan
penulisan buku teks
4.
Berdasarkan
jumlah penulis buku teks
Dari segi cara penulisan buku teks dibagi menjadi tiga yaitu
:
1.
Buku
teks tunggal
Buku teks tunggal adalah buku teks
yang hanya terdiri atas satu buku saja, contoh :
Tarigan , Henry Guntur .1985.Pengajaran
Ejaan Bahasa Indonesia.Bandung :Penerbit Angkasa.
2.
Buku
teks berjilid
Buku teks berjilid adalah buku
pelajaran untuk satu kelas tertentu atau untuk satu jenjang sekolah tertentu,
contoh :
Depdikbud.1981.Bahasa Indonesia
I,II, dan III . Jakarata : Proyek pengadaan buku pelajaran, Perpustakaan
dan keterampilan SLU.
3.
Buku
teks berseri
Buku teks berseri adalah buku
pelajaran berjilid mencakup beberapa jenjang sekolah , misalnya dari SD , SMP ,
SMA, contoh :
Tarigan, Henry Guntur dan Djago
Tarigan.1985.Terampil Berbahasa Indonesia ( untuk SD – 9 jilid).Bandung
: Penerbit Angkasa.
Berdasarkan jumlah penulis ,buku
teks dibagi menjadi buku teks penulis tunggal dan penulis kelompok.
a.
Penulis
tunggal
Penulis tunggal ialah penulis yang
menyiapkan buku teks tertentu seorang diri( buku teks tunggal). Buku teks
tunggal biasanya digarap oleh penulis perseorangan.
b.
Penulis
kelompok
Penulis kelompok ialah penulis yang
terdiri atas beberapa orang untuk menyiapkan buku teks tertentu.Buku teks
berjilid dan berseri biasanya digarap oleh penulis tim.
Pengarang buku teks harus memenuhi
persyaratan diantaranya :
·
Berkemauan
keras
·
Berdisiplin
kerja yang tinggi
·
Berpengalaman
di bidangnya
G.
Simpulan
Buku teks merupakan buku
pelajaran dalam bidang studi tertentu ,yang merupakan buku standar ,yang
disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk mencapai tujuan instruksional
tertentu yang dilengkapi dengan sarana – sarana pengajaran yang serasi dan
mudah dipahami oleh para pemakainya sehingga dapat menunjang suatu program
pengajaran. Sebagai salah satu bahan ajar , buku teks hendaknya disusun
berdasarkan kurikulum yang berlaku dan berorientasi pada tujuan pengajaran .
Seorang guru dalam melaksanakan
pembelajaran jangan hanya mengacu pada buku teks sebagai bahan ajar. Buku teks
hanya berfungsi sebagai salah satu sarana pengajaran. Disamping buku – buku
teks , hendaknya guru harus mengembangkan bahan ajar baik cetak maupun
noncetak. Guru memiliki wewenang dan tanggung jawab profesionalitas dalam
memilih ,mengembangkan, dan menyajikan bahan ajar.
Comments
Post a Comment