kelemahan model pengajaran langsung
KELEMAHAN MODEL PENGAJARAN
LANGSUNG
1.
Sulit untuk mengatasi perbedaan
dalam hal kemampuan, pengetahuan awal, tingkat pembelajaran dan pemahaman, gaya
belajar atau ketertarikan siswa.
2.
Karena siswa hanya memiliki
sedikit kesempatan untuk terlibat secara aktif, sulit bagi siswa untuk
mengembangkan keterampilan social dan interpersonal mereka.
3.
Karena guru memainkan peran
pusat, kesuksesan strategi pembelajran tergantung pada image guru. Jika guru
tidak tampak siap, berpengetahuan, percaya diri, antusias dan terstruktur,
siswa dapat menjadi bosan, teralihkan perhatiannya, dan pembelajaran mereka
akan terhambat.
4.
Model pembelajaran langsung
sangat bergantung pada gaya komunikasi guru. Komunikator yang buruk cenderung
menghasilkan pembelajaran yang buruk juga, dan model pembelajaran langsung
membatasi kesempatan guru untuk menampilkan banyak perilaku komunikasi positif.
5.
Jika model pembelajaran langsung
tidak banyak melibatkan siswa, siswa akan kehilangan perhatian setelah 10-15
menit, dan hanya akan mengingat sedikit isi materi yang disampaikan.
6.
Model pembelajaran langsung
bersandar pada kemampuan siswa untuk mengasimilasikan informasi melalui
kegiatan mendengarkan, mengamati, dan mencatat. Karena tidak semua siswa
memiliki keterampilan dalam hal-hal tersebut, guru masih harus mengajarkannya
kepada siswa.
7.
Dalam model pembelajaran
langsung, sulit untuk mengatasi perbedaan dalam hal kemampuan, pengetahuan awal,
tingkat pembelajaran dan pemahaman, gaya belajar, atau ketertarikan siswa.
8.
Karena siswa hanya memiliki
sedikit kesempatan untuk terlibat secara aktif, sulit bagi siswa untuk
mengembangkan keterampilan sosial dan interpersonal mereka.
9.
Karena guru memainkan peran pusat
dalam model ini, kesuksesan strategi pembelajaran ini bergantung pada image
guru. Jika guru tidak tampak siap, berpengetahuan, percaya diri, antusias, dan
terstruktur, siswa dapat menjadi bosan, teralihkan perhatiannya, dan
pembelajaran mereka akan terhambat.
10.
Terdapat beberapa bukti
penelitian bahwa tingkat struktur dan kendali guru yang tinggi dalam kegiatan
pembelajaran, yang menjadi karakteristik model pembelajaran langsung, dapat
berdampak negatif terhadap kemampuan penyelesaian masalah, kemandirian, dan
keingintahuan siswa.
11.
Model pembelajaran langsung
sangat bergantung pada gaya komunikasi guru. Komunikator yang buruk cenderung
menghasilkan pembelajaran yang buruk pula dan model pembelajaran langsung
membatasi kesempatan guru untuk menampilkan banyak perilaku komunikasi positif.
12.
Jika materi yang disampaikan
bersifat kompleks, rinci, atau abstrak, model pembelajaran langsung mungkin
tidak dapat memberi siswa kesempatan yang cukup untuk memproses dan memahami
informasi yang disampaikan.
13.
Model pembelajaran langsung
memberi siswa cara pandang guru mengenai bagaimana materi disusun dan
disintesis, yang tidak selalu dapat dipahami atau dikuasai oleh siswa. Siswa
memiliki sedikit kesempatan untuk mendebat cara pandang ini.
14.
Jika model pembelajaran langsung
tidak banyak melibatkan siswa, siswa akan kehilangan perhatian setelah 10-15
menit dan hanya akan mengingat sedikit isi materi yang disampaikan.
15.
Jika terlalu sering digunakan,
model pembelajaran langsung akan membuat siswa percaya bahwa guru akan
memberitahu mereka semua yang perlu mereka ketahui. Hal ini akan menghilangkan
rasa tanggung jawab mengenai pembelajaran mereka sendiri.
16.
Karena model pembelajaran
langsung melibatkan banyak komunikasi satu arah, guru sulit untuk mendapatkan
umpan balik mengenai pemahaman siswa. Hal ini dapat membuat siswa tidak paham
atau salah paham.
17.
Demonstrasi sangat bergantung
pada keterampilan pengamatan siswa. Sayangnya, banyak siswa bukanlah pengamat
yang baik sehingga dapat melewatkan hal-hal yang dimaksudkan oleh guru.
Menurut Wina Sanjaya ada
tiga hal kelemahan model pengajaran langsung yaitu:
1.
Hanya untuk kemampuan mendengar
dan menyimak yang baik, maksudnya model pengajaran langsung hanya dapat
berlangsung dengan baik apabila siswa memiliki kemampuan menyimak dan mendengar
yang baik.
2.
Tidak dapat melayani perbedaan
kemampuan siswa, maksudnya tidak mungkin dapat melayani perbedaan kemampuan,
perbedaan pengetahuan, minat, bakat serta perbedaan gaya belajar.
Hanya menekankan pada komunikasi satu arah (one-way
communication), maksudnya komunikasi
model pengajaran langsung lebih banyak terjadi satu arah (one-way
communication), maka kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa akan materi
pembelajaran sangat terbatas pula disamping itu, komunikasi satu arah bisa
mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang
diberikan
Comments
Post a Comment